Pariwisata Berbasis Masyarakat

BanjarNegaraBicara.com – Sebagai salah satu aktor dalam pelaku wisata banjarnegara, memang patut memberikan masukan tentang kepariwisataan Banjarnegara. Apapun teori tentang pariwisata dan bagaimana membangun pariwisata, maka tidak akan lepas dari yang namanya masyarakat. Pariwisatae akan maju bila didukung oleh geliat masyarakat dalam dunia pariwisata yang baik. Wisata banjarnegara mau dibawa kemana.itu sebuah pertanyaan yang selalu ada dalam pikiran anak muda mbanjar.
Sebuah positioning yang tidak jelas akan pariwisata banjar, membuat pelaku wisata seperti sedang mabuk minuman keras, sempoyangan, ngomong gak jelas, dan nglantur kemana-mana.
Keindahan alam Banjarnegara tidak menarik untuk dijual, warisan sejarah dan budaya kalah oleh nama besar Banyumas, dan sebagainya, sehingga kreativitaslah yang mampu membawa dunia pariwisata Banjarnegara akan maju.
Sebagai contoh kreatifitas anak muda Dieng dibawah Alip CS, mampu mengangkat mitos Rambut gimbal sehingga mampu menarik wisatawan, mengalahkan Dieng sebagai warisan hindu kunonya, mengalahkan serulingmas dengan satwa-satwanya. Kreatifitas itulah Kekuatan Pariwisata mbanjar. dan bicara kreativitas maka masyarakatlah yang menjadi pelaku, oleh karena itu hampir semua kegiatan yang dibangun oleh masyarakat legitimasinya di mata masyarakat melebihi kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah.
Memang sebenarnya SKPD hanya sebagai regulator untuk mendukung kretaivitas masyarakat, namun justru yang terjadi regulasi muncul dari masyarakat, SKPD menjadi eksekutor kegiatan. ini parah.
Membangun pariwisata tidak cukup dengan pemda dan swasta besar, namun harus seimbang dengan kreativitas masyarakatnya di sektor ini. Contoh saja purbalingga, masyarakat sudah menjadikan sektor pariwisata sektor peluang bisnis, peluang usaha dan peluang kerja yang menjanjikan, semua yang dilakukan masyarakat Pemda mendorong, bukan mengklaim.
Untuk itu basis-basi masyarakat yang mampu mengangkat wilayahnya menjadi destinasi wisata banjarnegara perlu diarahkan. mulai dari anak anak muda, perangkat desa dan ke perangkat desa, perlu di berikan peningkatan kapasitas untuk mengembangkan wisata didaerahnya.
Mari teruskan pemikiran ini dengan kreativitas pembaca semua…
Banjarnegara, 7 Januari 2012

Leave reply

Back to Top